SAATNYA KEJUJURAN YANG MEMIMPIN BANGSA INI….
SAATNYA KEJUJURAN YANG MEMIMPIN BANGSA INI….!!!!
oleh : Yogi Jatmikanto
Indonesia sampai hari ini masih berkutat dengan krisis multidimensi yang sangat kompleks. Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan oleh Pemerintahan saat ini. Pemerintah saat ini hanya melakukan proses kebijakan yang semu. Seperti kita lihat, banyak rakyat yang terpesona dengan penurunan BBM sampai tiga kali. Padahal ini hanyalah sebuah trik yang dilakukan menjelang 2009. Apabila kita melihat adanya BLT yang itu hanya mendidik rakyat menjadi mental peminta2. Di tambah lagi banyaknya perjanjian2 yang sering di sebut kontrak karya yang poin2 di dalamnya hanya menjual Sumber Daya Alam negeri ini. Masih dilakukannya penjualan aset2 negara. Kalau kita sebagai rakyat bisa lebih cermat dalam menelaah apa yang terjadi, sebenarnya kita masih menjadi Bangsa yang di setir oleh kepentingan2 asing. Perlunya sebuah diskusi tentang Kepemimpinan yang disitu masyarakat bisa mengetahui tentang pemimpin2 di bangsa ini. Indonesia akan datang, masihkah akan terjebak dengan calon2 pemimpin yang hanya menjual pesona?
Semoga kita bisa berkaca dari Pemilihan Presiden 2004 kemaren.
Di sebuah Masjid ada seorang yang layak secara intelektual dan mempunyai nilai dasar agama yang baik untuk menjadi Imam dan memimpin para jamaah. maka sebagai seorang jamaah yang baik, wajib ‘ain kita mempersilahkan dan mendukung beliau sebagai Imam dan pemimpin kita.
SAATNYA KEJUJURAN YANG MEMIMPIN BANGSA INI….
SAATNYA KEJUJURAN YANG MEMIMPIN BANGSA INIā¦. saya suka kata2 ini, namun perlu dicatat bahwa, kejujuran tidaklah cukup untuk membawa manusia kepada kemuliaan. seorang manusia yang perfect pun tidak akan pernah mampu menjalankan kepemimpinannya dengan baik di dalam sebuah sistem yang rusak. kenapa orang tidak berani mengakui bahwa sistem yang kita pakai ini adalah sistem yang rusak.
belajarlah dari sejarah bahwa pernah ada sebuah sistem yang memuliakan manusia lebih dari 1400 tahun. bukalah mata bukalah hati. luruskan niat untuk memuliakan umat manusia.